Bandung – DDOROCARE, organisasi lingkungan asal Lombok, turut hadir dalam Konferensi Pemuda Indonesia untuk Gaza–Palestina yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung (12/6/2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI) bersama berbagai organisasi kepemudaan sebagai bentuk solidaritas bangsa Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Acara ini diikuti oleh 580 peserta dari 162 organisasi pemuda, menghidupkan kembali semangat Dasa Sila Bandung yang lahir dari Konferensi Asia Afrika 1955.
Dalam forum ini, Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, menegaskan bahwa dukungan untuk Palestina tidak cukup hanya berupa pernyataan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata. Karena itu, konferensi merumuskan tujuh rencana aksi, di antaranya donasi rutin untuk anak yatim Gaza, pembentukan GazaOne sebagai platform koordinasi bantuan, gerakan bebas produk afiliasi, kampanye One Minute Palestine, pembuatan mural, hingga pendirian Palestine Research Center.
Founder DDOROCARE, Muhamad Wahyu Rosadi, yang turut serta dalam konferensi ini, menegaskan bahwa perjuangan Palestina harus diperjuangkan secara terus-menerus karena hingga kini mereka masih terjajah. “Sesuai amanat UUD 1945, kemerdekaan adalah hak setiap bangsa,” tegasnya. Ia juga menyoroti bahwa konflik tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga menghancurkan lingkungan, mulai dari rusaknya fasilitas publik, krisis air bersih, hingga kerusakan ekosistem yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Gaza. “Perjuangan kemerdekaan Palestina harus berjalan seiring dengan perjuangan menjaga keberlanjutan hidup manusia dan lingkungan,” tambahnya.
Konferensi ini ditutup dengan pembacaan Deklarasi Pemuda Indonesia untuk Palestina, yang menegaskan komitmen kolektif untuk terus menyuarakan pembebasan Palestina, memperkuat kerja sama lintas komunitas, dan mendorong aksi nyata dalam mendukung hak kemerdekaan bangsa Palestina.